Welcome @ Anandia Yuska Blog..... Give Me Comment If You Like..... Thank You.....
ANANDIA YUSKA BLOG - KONSULTASI DOKTER SPESIALIS KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN

Senin, 05 Januari 2009

APA SIH KISTA……….?

Masalah kesuburan pada perempuan sering dikaitkan dengan kista. Bahkan, ada anggapan seseorang yang terkena kista di indung telur (ovarium) akan sulit hamil.

Pendapat itu ternyata tidak sepenuhnya benar karena pada umumnya kista bersifat jinak, berukuran kecil, dan tidak berpengaruh terhadap kesuburan. Tetapi, kista bisa berbahaya manakala sudah berukuran besar.

Selama ini masih banyak orang yang belum memahami tentang kista. Bahkan ada diantaranya yang masih bingung membedakan antara tumor, mioma dan kista. Karena ketiganya memang mempunyai banyak kemiripan, hanya saja dua yang terakhir lebih merupakan masalah kesehatan pada wanita. Untuk lebih jelasnya, tumor adalah segala penumbuhan jaringan yang berlebihan yang membentuk massa tertentu di bagian tubuh mana pun. Mioma uteri adalah tumor jinak di jaringan otot rahim (miometrium). Mioma uteri kebanyakan terjadi pada masa reproduksi dan pembesarannya berkaitan dengan hormon estrogen.

Sedangkan Kista berarti kantong abnormal yang berisi cairan abnormal di seluruh tubuh. Jadi sebenarnya kista tak hanya bisa tumbuh di indung telur atau di ujung saluran telur (fimbriae) namun juga di kulit, paru-paru, usus bahkan otak. Bila produksi cairan di dalam kantong kista bertambah maka kista pun akan membesar, lambat laun kantong kista menipis dan sangat mungkin pecah. Sama halnya dengan balon yang rawan pecah saat ditiup semakin besar.

Kista sendiri sering dikaitkan dengan masalah kesuburan pada wanita. Bahkan, ada anggapan seseorang yang terkena kista di indung telur (ovarium) akan sulit hamil. Pendapat itu ternyata tidak sepenuhnya benar, seorang wanita dengan kista di ovarium bisa saja hamil, karena ovarium ada sepasang dan jika salah satunya terganggu dan tidak berfungsi, masih ada satu lagi sehingga kehamilan bisa terjadi.

DIBAGI BERDASARKAN ISI
Secara sederhana kista dapat dibedakan berdasarkan isinya:
  1. Kista Serosum.
    Kista ini berisi cairan bening yang bentuk dan warnanya seperti air perasan kunyit. Bila bersarang di indung telur maka kista ini mudah pecah. Jenis kista ini sering berubah menjadi penyakit ganas (kanker). Proses pembesaran kista serosum sangat dipengaruhi oleh siklus haid karena saat haid terjadi penambahan jumlah cairan dalam indung telur. Hormon estrogen yang meningkat saat kehamilan juga memicu pembesaran kista. Umumnya kista berbentuk seperti buah yang bertangkai. Bila kehamilan makin besar, maka rahim yang membesar karena pertumbuhan janin akan mendesak kista itu. Akibatnya bisa saja tangkai kista terpuntir, keadaan ini disebut torsi yang merupakan kasus darurat karena penderita akan mengalami sakit yang sangat hebat. Untuk mencegah terjadinya torsi, begitu ditemukan pada kehamilan triwulan pertama, kista sebaiknya harus segera diangkat. Pendeteksian kista serosum mesti akurat, karena secara sepintas bentuknya mirip badan kuning (korpus luteum) yaitu sisa sarang sel telur yang memang ada saat kehamilan. Bila dari pemantauan USG (ultrasonografi) terlihat kantong besar di indung telur, tidak bisa langsung diputuskan bahwa itu kista. Bisa saja ternyata korpus luteum yang memang dibutuhkan pada saat kehamilan muda. Kalau korpus luteum yang disangka kista ini diambil malah bisa terjadi keguguran. Untuk lebih aman, tindakan pengangkatan di tunda hingga kehamilan berusia 14 minggu. Saat itu korpus luteum sudah menghilang. Bila dengan pemeriksaan USG terlihat kantong itu masih ada, maka bisa dipastikan itu kista, kalau sudah begitu berarti harus segera diangkat.

  2. Kista Musinosum.
    Kista ini berisi cairan berupa lendir kental yang lengket. Bentuknya menyerupai ingus tapi sifat pelekatannya mirip kanji. Sama seperti serosum, kista musinosum pun akan membesar akibat adanya kehamilan. Oleh sebab itu, saat kista musinosum terdeteksi harus segera diangkat. Penanganan kista musinosum pun mesti dilakukan dengan seksama agar tidak pecah. Bila pecah, maka cairan lem kanji akan membuat lengket organ-organ di dalam rongga perut. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa membuat usus saling menempel, dan kista semakin sulit diambil.

  3. Kista Dermoid.
    Bentuk cairan kista ini seperti mentega. Kista dermoid berasal dari elemen ektodermal sehingga sel-selnya mirip kulit, yaitu sel epitel gepeng, tampak pula folikel rambut, kelenjar keringat, kadang-kadang elemen tulang. Teorinya, dermoid timbul dari sisa-sisa sel embrio yang terpental ke organ genital sewaktu yang bersangkutan masih dalam kandungan. Jadi kista ini merupakan bawaan sejak lahir dan bisa dialami pria atau wanita. Seperti halnya kista musinosum, penanganan kista dermoid memerlukan kehati-hatian karena bila "meletus" selain cairannya membuat lengket, isi cairan di dalamnya, seperti rambut, gigi atau tulang, bisa masuk ke perut sehingga menimbulkan sakit luar biasa. Potensi kista dermoid menjadi ganas relatif kecil, cuma sekitar 1-3%.

  4. Kista Endometriosis.
    Penyakit yang mengganggu kesuburan dan sering disalahartikan sebagai kista adalah endometriosis. Endometriosis memang ada yang berbentuk kista, karena itu sering disebut Kista. Padahal, kista merupakan neoplasma, sementara endometriosis berupa kelenjar dinding rahim yang abnormal dan tumbuh di luar rahim.

Umumnya endometriosis mempengaruhi kesuburan seorang wanita dan dapat berbentuk kista di indung telur.

Kista endometriosis mengganggu kesuburan karena secara mekanik dapat mengakibatkan perlengketan-perlengketan. Adanya perlengketan menyebabkan proses ovum pick-up (lepasnya sel telur yang telah matang), sehingga sulit ditangkap fimbriea (ujung tuba fallopi). Akibatnya, pembuahan sulit terjadi.

Selain itu, adanya kista endometriosis secara imunologis kesuburan juga terhambat, karena timbulnya reaksi-reaksi kekebalan mengganggu fungsi sel telur, sperma, dan embrio secara alami.

Jika dibiarkan, endometriosis akan semakin berat dan umumnya perempuan susah hamil. Dari survei, 40% perempuan yang sulit hamil diketahui memiliki endometriosis pada rahimnya.

Untuk itu, diperlukan operasi dengan cara Laparoskopi. Setelah dilakukan operasi, 70% perempuan dengan endometriosis ringan (stadium 1 dan 2) dapat kembali hamil secara normal. Sebaliknya endometriosis berat (stadium 3 dan 4) akan sulit untuk hamil secara alami meskipun telah diobati, kecuali dengan cara inseminasi buatan atau bayi tabung.

Meskipun kista tidak mengganggu kesuburan, dianjurkan untuk selalu melakukan deteksi dini berupa pemeriksaan USG (ultrasonografi). Karena, ada kemungkinan kista tersebut neoplasma ganas dan bisa mengakibatkan kanker ovarium. Seperti diketahui, kanker ovarium merupakan kanker nomor tiga penyebab kematian perempuan Indonesia setelah kanker payudara dan kanker mulut rahim.

Jika terjadi kanker ovarium, ada kemungkinan organ reproduksi seperti indung telur atau rahim harus dibuang sehingga tidak dapat terjadi kehamilan.

Kista di ovarium dan vagina tidak mengganggu hubungan seksual suami istri. Sedangkan yang terletak di luar atau di vulva, bisa mengganggu. Apalagi jika sudah terjadi peradangan, dapat mengakibatkan nyeri.

Tetapi kista endometriosis, dapat mengganggu kehidupan seksual karena akan timbul rasa nyeri pada saat melakukan hubungan seksual.

Kista endometriosis tumbuh di seluruh lapangan perut dan pelan-pelan menyebar ke hampir semua organ tubuh misalnya usus, paru, hati, mata, otak, kulit, otot rahim, tetapi tempat bersarang yang paling sering adalah indung telur. Bentuk indung telur yang terkena endometriosis akan mengembang dan bertambah besar saat haid datang. Tak heran kalau penderita endometriosis sering mengalami nyeri haid. Ini akibat indung telur yang membengkak saat haid. Begitu darah keluar rasa sakit biasanya akan berkurang. Namun bila sudah terjadi pelekatan di perut akan timbul sakit yang luar biasa. Seluruh tubuh, dari kepala hingga betis terasa seperti dipelintir.


TIDAK SEMUA KISTA GANGGU KESUBURAN WANITA

Jika ada pasangan suami istri sudah lebih satu tahun menikah, tapi belum mendapatkan keturunan, si istri sebaiknya harus dilakukan HSG untuk menilai saluran dari ovarium itu ada sumbatan atau tidak.

Jika terjadi ovulasi dan jalannya ovum ke rahim atau sperma ke ovum tidak terhalangi maka kehamilan dapat terjadi. Pembuahan terjadi sebelum tertanam dalam rahim. Jika rahim dalam keadaan baik, maka bakal janin dapat tertanam pada rahim.

Untuk terjadinya kehamilan maka diperlukan suami dan istri yang subur. Karena itu pemeriksaan harus juga dilakukan pada pasangan Anda.

Kesuburan ini dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti fisik dan psikologis. Untuk mengetahuinya diperlukan pemeriksaan yang menyeluruh oleh dokter yang ahli, baik itu ahli kandungan dan ahli andrologi. Jika tidak maka pasangan suami dan istri tersebut tidak mengetahui masalah yang sedang mereka berdua alami dan juga tidak tahu cara penyelesaiannya.

Kista merupakan neoplasma atau pertumbuhan sel baru yang liar. Kista bisa dikatakan berisiko jika neoplasmanya ganas dan bisa mengakibatkan kanker ovarium.


KISTA OVARIUM DAN KEHAMILAN

Seseorang bisa saja hamil dengan kista. Lagi pula ovarium seorang perempuan ada sepasang. Jika salah satunya terganggu dan tidak berfungsi, masih ada satu lagi sehingga kehamilan masih dapat terjadi.

Kista yang memiliki diameter lebih dari 5 cm dapat melintir pada saat terjadi kehamilan. Akibatnya, kista pecah dan menimbulkan nyeri sangat hebat.

Bila hal itu terjadi, dapat menjadi nekrotik dan bisa mengakibatkan emboli hingga kematian. Itulah sebabnya kista berukuran besar harus diangkat agar tidak mengganggu dan dapat didiagnosis secara patologi. Dengan diagnosis dapat diketahui apakah kista itu jinak atau ganas.

Jadi, kista berukuran besar dapat mengganggu kehamilan, bukan kesuburan wanita.

UKURAN KISTA

Seperti kita ketahui pada kista ovarium ukuran memegang peranan penting. Bila diameter kista kurang dari delapan sentimeter kita sebut kista fungsional.

Biasanya kita hanya melakukan observasi saja selama tiga bulan. Setelah itu kita lakukan evaluasi kembali. Tetapi bila ukuran kista lebih besar dari delapan sentimeter disebut kista neoplastik. Kita memang harus hati-hati karena kista ini berpotensi terjadinya keganasan.











Ke lima foto ini adalah proses operasi pengangkatan Kista Ovarium pada seorang wanita, 53 tahun, belum menikah. Kista yang berhasil dikeluarkan utuh seberat 21 kg. Jenis kista ini kita namakan : Kista Ovarium Permagna.

Ke dua foto disebelah kiri ini adalah hasil operasi pengangkatan Kista Ovarium pada seorang wanita, 25 tahun, menikah. Kista yang berhasil dikeluarkan utuh seberat 3,4 kg. Kista ini dirasakan membesar selama 1 tahun didalam perut wanita tersebut.

POLA HIDUP SEHAT SEBAGAI PENCEGAHAN

Lalu bagaimana cara mencegahnya? Ada kista yang bisa dicegah ada pula yang tidak. Kista yang berasal dari sisa-sisa sel embrio jelas tidak dapat dicegah karena sudah ada sejak lahir. Namun, timbulnya jenis kista lain sebenarnya dapat dicegah termasuk pada orang yang memiliki bakat kista. Cara pencegahannya tak lain dengan menjalani pola hidup sehat, seperti pola makan yang baik dan berolahraga secara teratur. Kedengarannya klise, tapi memang itu yang dapat dilakukan.


Ditulis oleh : Dr. H. ANANDIA YUSKA, SpOG

Contact : 0811613210 / 021-99790123
Email : anandia_yuska@yahoo.com
Sumber : dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar