Welcome @ Anandia Yuska Blog..... Give Me Comment If You Like..... Thank You.....
ANANDIA YUSKA BLOG - KONSULTASI DOKTER SPESIALIS KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN

Minggu, 08 Februari 2009

DISFUNGSI SEXUAL PADA WANITA

Apakah Disfungsi Sexual Wanita?
Merupakan suatu masalah pada wanita dengan umur, berlangsung cepat dan mempunyai angka prevalensi tinggi, mencapai 30-50% wanita diseluruh dunia.
  • Dalam hubungan dan aktifitas sexual antar pribadi perorangan, tiap pasangan membawa sikap, kepentingan dan reaksi tersendiri diantara mereka. Putusnya hubungan ini akan menimbulkan disfungsi sexual.
American Psychological Association (APA) membagi problem sexual wanita sebagai berikut:

- Gangguan Mental – hilangnya keinginan/birahi dan gairah.

- Ketidaknyamanan dalam melakukan hubungan sexual

- Berkurangnya aliran darah ke vagina

- Trauma dan menghindari hubungan sex

- Tidak dapat mencapai orgasme

Bagaimana anda tahu anda mempunyai masalah ini?

Jika anda tidak ingin melakukan hubungan sex atau tidak pernah merasakan kenikmatan, mungkin anda memiliki masalah sexual. Segera menyadari adanya masalah pada diri anda adalah penting.

Apa saja tipe Disfungsi Sexual pada Wanita?

Gangguan keinginan sexual Hipoaktif (Hypoactive Sexual Desire Disorder), ditandai dengan hilangnya libido atau berkurangnya keinginan/birahi untuk melakukan hubungan sex. Tidak ada lagi fantasi dan aktifitas sex dapat pula menyebabkan stres.

Juga dapat bersumber dari psikis/ faktor emosi atau efek dari masalah medis seperti kekurangan hormon dan intervensi terapi obat/pembedahan. Setiap gangguan sistem hormon disebabkan oleh menopause (alami ataupun dengan obat), atau gangguan endokrin dapat berimbas menurunkan keinginan melakukan hubungan sex (sexual desire).

Tidak menyukai hubungan sex (Sexual Aversion), ditandai dengan adanya ketidakinginan untuk melakukan hubungan atau menghindar atau mengakhiri hubungan sex dengan partner sex. Umumnya, masalah psikis dan emosi saat ini diawali oleh adanya masalah emosi yang lama ada (kekerasan sex, fisik atau trauma masa kecil).

Gangguan keinginanan melakukakan hubungan sex / birahi (Female Sexual Arousal Disorder) bila anda tidak merasakan reaksi kenikmatan pada tubuh anda atau merasakan sedikit tapi tidak dapat meningkatkannya. Beberapa gangguan keinginan (arousal) termasuk berkurangnya atau tidak ada lubrikasi vagina, penurunan sensasi klitoris dan labia, klitoris dan labia “engorgement’ atau berkurangnya relaksasi otot polos vagina. Keadaan tersebut dapat terjadi sebagai akibat faktor psikis, yang walau bagaimanapun, dapat juga disebabkan oleh efek obat seperti berkurangnya aliran darah ke vagina/klitoris, akibat trauma tulang pelvis, operasi pelvis, atau pengaruh obat obat tertentu.

Penyakit orgasme perempuan didefinisikan sebagai keterlambatan atau ketiadaan orgasme setelah kegairahan “normal”. Ini bisa merupakan kondisi primer (tidak pernah mencapai orgasme) atau kondisi sekunder, sebagai akibat bedah, trauma atau defisiensi hormon. Orgasme primer bisa sifatnya sekunder terhadap trauma emosional atau kekerasan seksual, akan tetapi faktor-faktor medis/fisik jelas bisa turut andil dalam masalahnya.

Dyspareunia adalah istilah medis yang mengindikasikan nyeri genital sebelum, selama atau setelah bersenggama. Pada sebagian wanita, otot-otot pada bagian luar vagina mengencang saat mereka mulai berhubungan seks yang menimbulkan gangguan kenyamanan.

Dyspareunia juga bisa berkembang yang sekunder terhadap masalah medis seperti vestibulitis (inflamasi kelenjar), atrophy vaginal atau vagina kering atau infeksi vaginal. Dyspareunia juga bisa mempunyai dasar penyebab fisiologik atau psikologik, atau kombinasi keduanya.

Vaginismus adalah istilah medis lainnya yang mengindikasikan kejang involuntir kambuh-kambuhan atau terus menerus dari otot sepertiga bagian luar vagina dan ini mengganggu penetrasi vagina. Vaginismus biasanya berkembang sebagai reaksi terkondisi terhadap penetrasi nyeri, atau sekunder terhadap faktor-faktor psikologik/emosional.

Apa penyebab disfungsi seksual?

Penyebab disfungsi seksual perempuan didefinisikan kurang jelas. Alasan akan hal ini mungkin karena hubungan atau stimulasi seksual adalah suatu tindakan yang melibatkan banyak sistem untuk berfungsi secara harmonis agar dicapai tahap orgasme. Untuk menyederhanakan pemahamannya ada baiknya dibagi-bagi tergantung pada sistem yang dominan dalam disfungsi. Kadang-kadang bisa lebih dari satu faktor menyebabkan disfungsi. Di bawah ini adalah beberapa penyebab yang bisa menyebabkan disfungsi seksual.

Yang pertama didaftarkan adalah yang paling umum :
- Alkohol
- Ansietas
- Depresi – hubungan yang tidak bahagia atau kekerasan (saat ini atau di masa sebelumnya) juga bisa menimbulkan masalah seksual.
- Masalah emosional; beralih perhatian
- Penyakit
- Persepsi tubuh negatip
- Stres – stres kehidupan sehari-hari bisa mempengaruhi kemampuan anda berhubungan seks. Lelah karena pekerjaan yang sibuk atau merawat anak-anak kecil bisa menjadikan anda merasakan lebih sedikit hasrat untuk melakukan hubungan seks.

Anda mungkin mengalami lebih sedikit hasrat seksual selama hamil, setelah melahirkan atau sewaktu anda menyusui. Setelah menopause tidak sedikit wanita yang merasakan berkurangnya hasrat seksual, mengalami vagina kering atau mengalami nyeri selama berhubungan seksual.

Beberapa yang mungkin menjadi penyebab medis :
- Obat-obatan; pil kontrasepsi
- Merokok
- Cedera tulang belakang (bisa menyebabkan kerusakan saraf; paralysis)
- Yang jarang – Naik sepeda (dudukan sempit panjang yang terkait dengan tekanan perineal dan penurunan aliran darah)
- Bedah (di dekat sistem urin-reprodutif atau abdomen; bisa merusak saraf)
- Inkontinensi urin (bisa menyebabkan rasa malu, penghindaran)
- Atrophy vaginal

Sebab-sebab vascular :
- Tekanan darah tinggi
- Kadar kolesterol tinggi
- Diabetes
- Merokok
- Penyakit jantung
- Setiap cedera traumatik pada genital atau daerah pelvis, seperti fraktur pelvis, trauma tumpul, disrupsi bedah, sering naik sepeda, misalnya, bisa menyebabkan penurunan aliran darah vaginal dan clitoris dan keluhan disfungsi seksual.

Sebab-sebab neurologik :
Cedera tulang belakang atau penyakit sistem saraf pusat atau periferal. Wanita yang mengalami cedera tulang belakang mengalami kesulitan yang lebih signifikan mencapai orgasme daripada wanita yang sehat.

Sebab-sebab hormonal/endokrin :
- Disfungsi axis hypothalamus/pituitary
- Kastrasi bedah atau medis
- Menopause alami
- Gagal ovarium prematur
- Pil kontrasepsi kronis.

Disfungsi seksual perempuan dengan dasar penyebab hormonal bisa menyebabkan penurunan hasrat dan libido, vagina kering dan ketiadaan kegairahan seksual. Estrogen, hormon utama perempuan, terkait dengan hasrat seksual. Testosteron, hormon seks utama laki-laki, memegang peranan dalam perkembangan dan fungsi seksual wanita, termasuk sensitivitas payudara dan clitoris. Sebagian wanita mengalami penurunan hasrat seksual, ketiadaan fantasi seksual dan gangguan sensitivitas menyusul terjadinya menopause atau hysterectomy atau disebabkan penuaan sebagai akibat dari berkurangnya estrogen.

Teori ketidakpuasan

Pada sebagian kasus ini tidak bersifat psikologik maupun medis. Banyak disfungsi seksual wanita yang bukan disebabkan defisiensi hormon atau penurunan aliran darah pelvis; kondisi ini terjadi akibat dari stimulasi genital yang tidak layak.

Komunikasi yang buruk oleh kedua pasangan bisa menyebabkan si pria tidak tahu bagaimana merangsang wanita agar si wanita terangsang. Ini menghasilkan seks yang tidak memuaskan dan bisa menimbulkan masalah kegairahan, ketiadaan minat seksual, depresi dan menolak seks.

Psikogenik

- Isu emosional dan hubungan juga terbukti berdampak signifikan pada kegairahan seksual.
- Harga diri
- Image tubuh
- Hubungan dengan pasangan
- Kemampuan mengkomunikasikan kebutuhan seksual seseorang dengan pasangannya

Penyakit psikologik seperti depresi, penyakit kompulsif obsesif, penyakit ansietas, dll., terkait dengan disfungsi seksual perempuan.

Obat-obatan – Antidepresan dan benzodiazepine yang digunakan untuk mengobati depresi dan ansietas adalah obat yang paling umum terkait dengan hilangnya libido dan ketidakmampuan mencapai orgasme.

Test diagnostik apa yang bisa dilakukan?

Ini tidak umum dilakukan. Akan tetapi baru-baru ini ada beberapa penelitian dipublikasikan.

1) Pengujian pH vagina
Ini umum dilaksanakan gynekolog dan urolog untuk mendeteksi bakteri penyebab vaginitis.
Probe dimasukkan ke dalam vagina yang mengambil pembacaan.
Penurunan kadar hormon dan penurunan sekresi vaginal yang terkait dengan menopause menyebabkan kenaikan pH (di atas 5), yang mudah dideteksi dengan test ini.

2) Photoplethysmography vaginal
Ini digunakan untuk mengukur aliran darah dan keruwetan vagina (penumpukan dan pembengkakan jaringan vaginal).
Untuk prosedur ini dimasukkan sebuah alat berbentuk-tampon acrylic ke dalam vagina dan alat ini menggunakan cahaya pantulan untuk mengindera aliran dan temperatur.

3) Biothesiometer
Sebuah alat silindris kecil, yang bisa digunakan untuk menilai sensitivitas clitoris dan labia terhadap tekanan dan temperatur.

Opsi-opsi pengobatan apakah yang tersedia?

Ada tiga jenis pengobatan utama untuk disfungsi seksual perempuan:

  1. Bila aliran darah, kadar hormon dan anatomi seksual normal – Pendidikan tentang anatomi, kegairahan dan reaksi perempuan bisa membantu;
  2. Bila terjadi disfungsi hormonal (terutama pada wanita postmenopausal) – Terapi penggantian hormon bisa dipertimbangkan dan terbukti membantu;
  3. Bila ada masalah vascular atau aliran darah – Pengobatan vascular mungkin dibutuhkan.

1) Pendidikan:
Mendidik baik wanita maupun pria tentang bagaimana berbicara tentang dan merespon kebutuhan psikologik dan stimulasi fisik wanita hanya bisa terjadi apabila kedua pasangan mengakui bahwa ada masalah.
Terapis perilaku dan terapis seks mencatat perlunya pasangan mengkaji tindakan aktual berhubungan seks, yang meliputi pemanasan (foreplay), bersenggama dan berbicara tentang seks.
Terapis seks dan psikolog bisa membantu dalam meningkatkan komunikasi antara kedua pasangan.

2) Terapi Penggantian Hormon:
Seiring dengan penuaan dan menopause, dan dengan menurunnya kadar estrogen, sebagian besar wanita mengalami perubahan sampai tingkat tertentu dalam fungsi seksual. Keluhan seksual yang umum meliputi kehilangan hasrat, penurunan frekuensi aktivitas seksual, nyeri sewaktu bersenggama, penurunan reaktivitas seksual, kesulitan mencapai orgasme dan penurunan sensasi genital.

Hormon memegang peranan yang signifikan dalam mengatur fungsi seksual perempuan. Pada model binatang, pemberian estrogen menghasilkan zona receptor sentuhan yang luas, yang mengisyaratkan bahwa estrogen mempengaruhi sensasi. Pada wanita postmenopausal, penggantian estrogen memulihkan vibrasi dan sensasi clitoris dan vagina sampai ke tingkat yang mendekati tingkat vibrasi dan sensasi wanita pra-neopausal. Estrogen juga mempunyai efek protektif yang menyebabkan peningkatan aliran darah ke vagina dan clitoris. Ini membantu memelihara reaksi seksual perempuan seiring berjalannya waktu.

Kadar testosteron rendah juga terkait dengan penurunan kegairahan seksual, sensasi genital, libido dan orgasme. Akan tetapi, studi-studi klinik sedang dilaksanakan untuk menilai manfaat potensial testosteron untuk pengobatan disfungsi seksual perempuan.

Dengan demikian, terapi penggantian hormon bertujuan memulihkan kadar hormon yang terpengaruh oleh usia, bedah atau disfungsi hormon ke fungsi normal, yang karenanya memulihkan fungsi seksual.

3) Penanganan Medis:
1. Sildenafil (Viagra)
Ini berfungsi meningkatkan relaksasi otot halus clitoris dan vaginal dan aliran darah ke daerah genital.
Digunakan pada pria dengan disfungsi ereksi, obat ini sekarang sedang ditest pada wanita. Ada bukti yang menunjukkan bahwa obat ini bisa memulihkan libido yang hilang karena pemakaian antidepresan.

2. L. arginine
Asam amino ini berfungsi sebagai cikal-bakal pembentukan nitrit oksida, yang memediasi relaksasi otot halus vascular dan non-vascular.
Bila dipakai pada clitoris, bisa meningkatkan aliran darah dengan membesarkan pembuluh darah clitoris.
L-argine tidak digunakan dalam percobaan klinik pawa wanita; akan tetapi, studi-studi pendahuluan pada pria tampaknya meyakinkan.

3. Phentolamine (Vasomax)
Tersedia saat ini dalam preparasi oral, obat ini menyebabkan relaksasi otot halus vascular dan meningkatkan aliran darah ke daerah genital.
Obat ini distudi pada pasien pria untuk pengobatan disfungsi ereksi. Sebuah studi pendahuluan pada wanita menopausal dengan disfungsi seksual menunjukkan peningkatan aliran darah vaginal dan peningkatan kegairahan subjektif dengan obat ini.


4. Terapi Eros
Terapi Eros adalah alat yang telah disetujui FDA untuk pengobatan disfungsi seksual perempuan. Alat genggam kecil ini digunakan 3 sampai 4 kali per minggu untuk meningkatkan aliran darah ke clitoris dan genitalia eksternal, yang meningkatkan sensitivitas clitoris dan genital, lubrikasi dan kemampuan mengalami orgasme. Mungkin dibutuhkan beberapa minggu pengkondisian sebelum mengalami manfaat terapi ini.

Prosedur diagnostik untuk ED bisa mencakup yang berikut:


1. Riwayat medis/seksual pasien – bisa mengungkapkan kondisi atau penyakit yang menyebabkan impotensi dan membantu membedakan antara masalah dengan ereksi, ejakulasi, orgasme atau hasrat seksual.

2. Pemeriksaan fisik – untuk mencari bukti masalah sistemik, seperti berikut:
Masalah pada sistem saraf yang mungkin terlibat jika penis tidak bereaksi seperti yang diperkirakan terhadap sentuhan tertentu.
Ciri-ciri seks sekunder seperti pola bulu bisa mengindikasikan adanya masalah hormonal, yang melibatkan sistem endokrin.
Masalah sirkulasi, bisa diindikasikan oleh aneurysma.
Ciri-ciri yang tidak biasa dari penis itu sendiri bisa mengisyaratkan dasar timbulnya impotensi.

3. Test laboratorium – untuk membantu mendiagnosa impotensi meliputi jumlah darah, urinalysis, profil lipid dan pengukuran enzym kreatinin dan enzym liver. Bila hasrat seksual rendah merupakan gejala, maka pengukuran testosteron di dalam darah bisa menghasilkan informasi tentang masalah dengan sistem endokrin.

4. Pemeriksaan psikososial – untuk membantu mengungkapkan faktor-faktor psikologik. Pasangan seksual juga bisa diwawancarai untuk memastikan harapan-harapan dan persepsi-persepsi yang ditemukan selama berhubungan seksual.

Dokter mana yang harus saya hubungi untuk Disfungsi Seksual Perempuan?

Berbicara dengan dokter anda tentang kesehatan seksual. Akan tetapi, mungkin tidak sedikit dokter umum yang tidak memahami masalahnya karenanya mungkin lebih baik menjumpai Urolog atau Gynekolog untuk membicarakan masalahnya. Jelaskan masalah anda secara terbuka dan jujur. Dokter anda juga bisa memberikan kepada anda ide-ide tentang pengobatan masalah seksual anda atau bisa merujuk anda kepada terapis atau penyuluh seksual bila perlu.

Ditulis oleh : Dr. H. ANANDIA YUSKA, SpOG
Contact : 0811613210 / 021-99790123
Email : anandia_yuska@yahoo.com
Sumber : dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar