Welcome @ Anandia Yuska Blog..... Give Me Comment If You Like..... Thank You.....
ANANDIA YUSKA BLOG - KONSULTASI DOKTER SPESIALIS KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN

Rabu, 11 Februari 2009

MOLA HIDATIDOSA = HAMIL ANGGUR

Kehamilan merupakan suatu anugerah paling membahagiakan bagi sebagian besar wanita. Tapi bagaimana jika janin yang dikandung tidak berkembang sebagaimana yang diharapkan, misalnya jika kehamilan yang terjadi ternyata hanyalah hamil anggur saja. Hamil anggur bagi seorang wanita bagaikan sebuah mimpi buruk, harapan yang hilang begitu saja. Lalu, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan hamil anggur itu?

Hamil anggur atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan nama Mola Hydatidosa sesungguhnya merupakan kehamilan abnormal dimana hampir seluruh vili korialisnya mengalami perubahan hidrofik.

PENYEBAB

Belum diketahui secara pasti. Ada yang menyatakan akibat infeksi, defisiensi makanan, dan genetic. Yang paling cocok adalah Teori Acosta Sison, yaitu defisiensi protein. Faktor resiko terdapat pada golongan sosioekonomi rendah, usia di bawah 20 tahun, dan paritas tinggi ( anak banyak ).

PATOGENESIS

Mola hidatidosa berkembang dari Trofoblas Ekstraembrionik.
Mola hidatidosa terbagi menjadi :
1. Mola Hidatidosa Komplet (Klasik), yaitu jika tidak ditemukan janin.
2. Mola Hidatidosa Inkomplet (Partial), yaitu jika disertai janin atau bagian janin.

MANIFESTASI KLNIS

1. Amenore (tidak haid) dan tanda-tanda kehamilan.
2. Perdarahan pervaginam berulang. Darah cendrung berwarna coklat. Pada keadaan lanjut kadang keluar gekembung mola (gelembung seperti mata ikan).
3. Pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan.
4. Tidak terabanya bagian janin pada pemeriksaan palpasi dan tidak terdengarnya denyut jantung janin sekalipun uterus (rahim) sudah membesar setinggi pusar atau lebih.
5. Preeclampsia (hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan) dan Eklampsia (preeklampsia yang disertai kejang dan atau koma yang timbul bukan akibat kelainan neorologi) yang terjadi sebelum kehamilan 24 minggu.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Pemeriksaan sonde uterus (Hanifa).
2. Tes Acosta Sison. Dengan tang Abortus, gelembung Mola dapat dikeluarkan.
3. Peningkatan kadar beta hCG darah atau urin.
4. Ultrasonografi menunjukkan gambaran badai salju (snow flake pattern).
5. Foto torak ada gambaran emboli udara.
6. Pemeriksaan T3 dan T4 bila ada gejala Tirotoksikosis.

KOMPLIKASI

1. Anemia.
2. Syok.
3. Infeksi.
4. Eklampsia, dan
5. Tirotoksikosis.

DIAGNOSA BANDING

1. Kehamilan dengan mioma uteri.
2. Abortus.
3. Hidramnion, dan
4. Gemelli (kehamilan kembar).

PENATALAKSANAAN

1. Perbaiki keadaan umum.
2. Pengeluaran jaringan Mola (Vaccum kuret - kuret).
3. Histerektomi perlu dipertimbangkan pada wanita yang telah cukup umur dan cukup anak. Batasan yang dipakai aialah umur 35 tahun dengan anak hidup 3.
4. Terapi profilaksis dengan sitostatik Methotrexate atau Aktinomisisn D pada kasus dengan resiko keganasan tinggi seperti umur tua dan paritas tinggi.
5. Pemeriksaan Ginekologi, Radiologi dan Kadar beta hCG lanjutan untuk deteksi dini keganasan. Terjadinya proses keganasan bisa berlangsung antara 7 hari sampai 3 tahun pasca Mola, yang paling banyak dalam 6 bulan pertama. Pemeriksaan kadar beta hCG tiap minggu sampai kadar menjadi negatif selama 3 minggu lalu tiap bulan selama 6 bulan. Pemeriksaan foto torak tiap bulan sampai kadar beta hCG negatif.
6. Kontrasepsi.

Sebagian jaringan hasil pengeluaran Mola Hidatidosa dikirim ke laboratorium Patologi Anatomi untuk dilihat type selnya: biasanya bila ditemukan gambaran proliferasi berlebih dari sel2 trofoblast.



PROGNOSIS

Hampir 20% Mola Hidatidosa Komplet berlanjut menjadi keganasan, sedangkan Mola Hidatidosa Parsial jarang. Mola yang terjadi berulang disertai Tirotoksikosis atau kista lutein memiliki kemungkinan menjadi ganas lebih tinggi.

Mengapa Mola Hidatidosa / kehamilan anggur membutuhkan penangan khusus dan follow-up ketat ? Karena kehamilan mola bisa berkembang kearah proses keganasan yang disebut choriocarcinoma ! Tetapi disisi lain, choriocarcinoma adalah kanker yang "termudah" ditangani dan memberikan kesembuhan 100%.

Hamil anggur (Mola hydatidosa) dapat berpotensi menjadi keganasan apabila :

- Usia ibu > 35 tahun atau <>.

- Uterus lebih dari 20 minggu.

- B-CHG > 10.000 iu/ml.

- Pasca melahirkan <6>.

Untuk mencegah dan mengobati sedini mungkin bila terjadi choriocarcinoma, maka seorang pasien pasca evakuasi mola masih harus melakukan follow-up ketat, biasanya sampai 1 tahun. Setelah ada hasil Patologi Anatomi, pasien diperiksa darahnya 4-6 minggu pasca kuret , diukur secara kwantitatif berapa kadar hormon beta-HCG ; bila masih tinggi atau tergolong high-risk mole ( berdasar kriteria dari WHO ); diberikan pengobatan Methotrexate ( MTX ) ; banyak protokol, tetapi umumnya dg suntikan intramuskuler 20 mgr/hari selama 5 hari dan diimbangi dengan pemberian asam folat dosis tinggi ( tablet atau suntik ) untuk mencegah efek samping dari MTX terhadap saluran cerna.

Bila kadar beta-HCG pasca kuret sudah normal, atau pasca suntik MTX kadar kembali normal maka cukup dilakukan follow-up dengan pemeriksaan kadar beta-HCG secara berkala, periodenya makin lama makin jarang sampai 1 tahun dengan kadar normal barulah pasien tersebut dinyatakan sembuh dan diijinkan hamil lagi bila masih mau.

Selama pengobatan MTX atau selama masa follow-up, pasien sebaiknya tidak hamil dan cara kontrasepsi yang dianjurkan adalah kondom dengan alasan cara kontrasepsi yg lain (IUD, pil, suntikan) dapat menimbulkan keluhan perdarahan yang mungkin membingungkan dan mengacaukan dengan perdarahan yang disebabkan oleh terjadinya proses choriocarcinoma pasca kehamilan mola.

Permasalahan yang timbul pada kehamilan anggur adalah lost of follow-up dan kemudian berkembang menjadi proses keganasan choriocarcinoma ; karena itu sangat ditekankan perlunya follow-up pasien-pasien post mola yg tentu saja membutuhkan kepatuhan pasien, perhatian dari sang dokter dan masalah yang utama adalah masalah biaya untuk kunjungan, pemeriksaan beta-HCG dan bila perlu obat2an pada pemeriksaan selanjutnya !

Seseorang yang pernah terserang hamil anggur (Mola hydatidosa) dinyatakan bebas apabila beta-HCG semu setelah 3 bulan berturut-turut. Jika pemeriksaan beta-HCG sudah normal kembali, diskusikan kembali dengan dokter kandungan Anda untuk merencanakan kehamilan.

Ditulis oleh : Dr. H. ANANDIA YUSKA, SpOG
Contact : 0811613210 / 021-99790123
Email : anandia_yuska@yahoo.com
Sumber : dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar